Lokakarya Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan (PDBK) regional Sulawesi dibuka oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), DR. Trihono, MSc di Makassar, Senin 21 Maret 2011
Lokakarya ini merupakan Lokakarya sejenis yang kedua setelah Regional NTB-NTT-Maluku yang digelar di Denpasar Bali minggu lalu. Untuk Regional Sulawesi meliputi wilayah Provinsi Gorontalo (5 kabupaten), Sulawesi Tengah (7 kabupaten), Sulawesi Tanggara (8 kabupaten), dan Sulawesi Barat (4 kabupaten). Seperti juga regional II, peserta lokakarya regional I terdiri dari 48 orang dari Dinas Kesehatan Kabupaten, 24 Kepala Puskesmas terpilih, dan 48 Bidan Desa dari puskesmas terpilih, serta 2 orang dari Dinas Kesehatan Provinsi.
Dalam sambutan pembukaan lokakarya, Kepala Balitbangkes, DR Trihono MSc, menegaskan bahwa kegiatan lokakarya ini merupakan salah satu upaya pendekatan dalam penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK) di keempat wilayah Sulawesi, melalui model pendampingan. Diharapkan upaya pendekatan melalui pendampingan yang akan dilaksanakan, wilayah DBK dapat meningkatkan angka Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) hingga sejajar dengan wilayah provinsi lainnya yang sudah berada pada posisi lebih baik.
Peserta dari Kementerian Kesehatan (Pusat) terdiri para Staf Ahli Menteri, pejabat eselon II (para Direktur dan Inspektur) dan eselon III lingkuyp Kementerian Kesehatan, serta para peniliti dan kalangan Universitas terkait yang nantinya akan menjadi Pendamping Wilayah selama kegiatan Pendampingan DBK berjalan. Daftar kabupaten wilayah PDBK Regional I :
Sulawesi Tengah : Banggai Kepulauan, Donggala, Sigi, Toli-toli, Parigi Moutong, Tojo Una-Una, dan Buol.
Sulawesi Tenggara : Buton, Muna, Buton Utara, Konawe, Konawe Utara, Kolaka, Kolaka Utara, dan Wakatobi.
Gorontalo : Gorontalo, Gorontalo Utara, Bone Bolango, Boalemo, dan Pohuwato.
Sulawesi Barat : Polman, Mamasa, Mamuju, dan Mamuju Utara.